Kamis, 28 Januari 2010

Komunitas Sr Penyelenggara Ilahi - Kepi

Hari Sabtu, tgl 9 Januari 2010, 3 orang suster dari Tarekat Penyelenggara Ilahi mendarat dengan selamat di Bandara Moppa - Merauke. Ketiga suster itu adalah Sr. Priska PI (anggota dewan / mewakili provinsial PI), Sr. Yulia Silalahi PI, dan Sr. Adriana Sinaga PI. Mereka dijemput oleh Mgr Niko Adi MSC - Uskup Agung Merauke.

Tanggal 7 Januari 2010 sore mereka berangkat dari Semarang, malam harinya terbang dengan pesawat Lion Air, dan tiba di Sentani - Jayapura tgl 8 Januari (pagi harinya). Karena tidak ada penerbangan lanjutan pada hari itu, mereka bermalam di Biara OFM - Sentani, dan pada tanggal 9 Januari melanjutkan perjalanan ke Merauke.

Selasa, 26 Januari 2010

Arsip-arsip tulisan

Hallo saudara-saudariku.....

Salam dari Ujung Timur Indonesia......

Silakan menikmati sajian kami. Harapan kami, anda akan menemukan keindahan dalam cerita atau tampilan yang kami sajikan. Saran dan informasi dari anda dapat disampaikan melalui nikoadi@yahoo.com atau adiseputra@gmail.com. Terima kasih.

salam dan kasih kami,



penyusun



Melalui media sederhana ini, kami menghaturkan ucapakan Selamat Natal : 25 Desember 2009, dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2010.

Nampaknya sederhana ungkapan dan tulisan itu,namun kalau direnungkan dan disimak, terbersit makna bahwa tulisan itu adalah buah-buah pengorbanan. Korban waktu, korban tenaga, korban pemikiran. Mengapa demikian ? Karena penulis (siapa pun dia) meninggalkan kegiatan yang lain dan memfokuskan apa yang dia (mereka) miliki untuk memjumpai pembacanya melalui tulisan itu.

Di balik semua itu, ada seorang atau bahkan beberapa orang pribadi yang hendak menyapa,mengajak berkomunmikasi,atau "bersharing" tentang pengalaman / kehidupannya.

Tulisan menunjukkan bahwa pribadi dengan pribadi dapat bertemu,pengalaman pribadi dan pengalaman sesama dapat bersatu, dan membentuk /menumbuhkan "pengalaman baru" yang lebih indah,lebih mendalam dan lebih kaya bagi sesama bahkan generasi berikutnya, di kemudian hari.

Peristiwa Natal, Bayi Yesus yangmemberikan kegembiraan dan harapan pada akhir tahun, menjadi kekuatan dalam menyongsong dan mengisi tahun baru.

Bersama Allah yang menyertai umat-Nya (Emanuel) manusia mengakhiri tahun 2009, dan bersama Dia pula manusia menjalani tahun 2010.

Kamis, 29 Oktober 2009

Perkembangan Wilayah Selatan

Beberapa waktu terakhir ini, tersiar berita bahwa sedang digodog di DPR RI "usulan pengembangan wilayah selatan Papua". Usulan pengembangan itu meliputi 2 hal: berdirinya Kabupaten Mindiptana dan Kotamadya Merauke. Bupati Merauke menyampaikan hal ini pada saat ramah tamah di kediamannya, di kompleks pertanian Wasur, 22 Oktober 2009 yang lalu.

Perkembangan wilayah ini, memang merupakan gerak lanjutan dari apa yang telah dimulai beberapa waktu yang lalu: munculnya Provinsi Papua Selatan. Bahkan sekitar bulan Maret / April 2009, telah ada penetapan Kurik sebagai Kota Terpadu Mandiri, oleh Mentri Percepatan Pengembangan Daerah Tertinggal.

Hal ini menunjukkan bahwa pemekaran merupakan suatu harapan dari masyarakat sekaligus tugas bagi Pemerintah Daerah dan jajarannya untuk meningkatkan mutu SDM, melalui pembangunan dan pengembangan di semua bidang kehidupan masyarakat. Pembangunan infrastruktur dan penambahan fasilitas sungguh amat diperlukan untuk membuka isolasi dan memasukkan barang-barang dan sarana yang dibutuhkan oleh masyarakt.

Selain itu, pembangunan menuntut manusia-manusia pembangun yang banyak jumlahnya dan berkualitas, bermental baja dan siap ditempatkan di daerah terpencil. Mereka ini perlu membekali diri dengan kepercayaan diri dan kerelaan untuk berkorban demi kemajuan saudara-saudari mereka yang masih tertinggal. Meskipun gaji / imbalan yang mereka terima kurang memadai / sering terlambat, namun kalau mereka mau membuat usaha tambahan "masyarakat dan alam akan memberikan kepada mereka apa yang mereka butuhkan".

Kalau pada sekitar tahun 50 an para perintis wilayah selatan, baik para pastor atau suster ataupun kaum awam lainnya dapat hidup dalam situasi yang terbatas, saya yakin pada masa sekarang ini pun, siapa saja yang mau mengabdi di tanah ini, bila mau bekerja keras, tidak akan pernah kekurangan.

Dalam keyakinan iman, bisa dikatakan, Tuhan akan menyediakan apa yang mereka / kita butuhkan. Orang yang bekerja dengan rajin dan tulus, akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan berkecukupan.

Senin, 19 Januari 2009

Musibah Kapal

Musibah Kapal di Asmat

“ Tiga dokter hilang, 24 selamat” dalam musibah tenggelamnya kapal di Asmat, demikian judul besar Koran harian Cendrawasih Pos”, tanggal 15 Januari 09. Pada kalimat pertama, koran tersebut memulai beritanya dengan ungkapan: “Giliran KM (Kapal Motor) Lisman Jaya Karam di Asmat. Judul tersebut amat berkaitan dengan musibah yang terjadi sebelumnya, yaitu tenggelamnya KM Teratai Prima di Perairan Pare-pare - Majene Sulawesi Selatan. KM ini mengangkut penumpang dengan tujuan Samarinda. Jumlah korban KM Teratai Prima sebanyak 250 orang, sampai hari ini masih 200 orang yang dinyatakan hilang.

Rabu, 10 Desember 2008

Latihan Bersama

Wilayah Kelautan Kabupaten Merauke memang sangat luas dan kaya akan ikan. Kekayaan laut ini disebabkan oleh adanya pertemuan 3 arus dari laut Australia, laut Arafura dan laut Irian (Papua). Kapan saja para nelayan mencari ikan, lebih-lebih dengan menggunakan kapal dan peralatan yang moderen, mereka akan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Inilah sebabnya, wilayah kelautan Merauke didatangi oleh puluhan bahkan ratusan kapal pencari ikan. Ada banyak juga kapal-kapal asing yang mencari ikan di perairan itu.

Telah diketahui bahwa kapal-kapal asing pada umumnya berukuran lebih besar, mempunyai peralatan untuk menangkap ikan yang lebih lengkap dan nelayan-nelayan yang siap untuk kerja keras. Akibatnya hasil tangkapan mereka jauh lebih banyak daripada hasil yang diperoleh nelayan-nelayan lokal.

Yang patut disesalkan dan diwaspadai adalah banyak kapal asing yang mencari ikan diperairan Merauke tanpa ijin. Sudah ada puluhan kapal asing yang ditangkap oleh aparat kelautan. Kapal-kapal itu sudah lama ditahan dan dilabuhkan di beberapa ruas sungai Maro. Menurut informasi, kapal-kapal itu ada yang ditahan lebih dari 1 tahun dan tidak diambil oleh pemiliknya. Ada banyak juga yang sudah mulai berkarat bodinya. Dari manakah mereka ? Mereka berasal dari Thailand dan Taiwan.

Selain itu, ombak di perairan Merauke pada saat angin barat dan angin timur memang amat besar, dan bisa mencapai 6 - 8 meter. Arah ombaknya tidak beraturan. Maka, jika kapten kapal dan para nahkoda tidak mengenal medan dan perairan ini, mereka harus kerja ekstra keras bila melewati wilayah ini. Sudah banyak kapal yang tenggelam: KM.Bima Sraya II, KM Digoel, KM Jendidori, dan kapal-kapal kayu lainnya. Sudah banyak korban kapal tenggelam yang meninggal dan tidak diketemukan jenasahnya.

Untuk mengatasi pencurian ikan, bahaya di laut dan meningkatkan usaha penyelamatan terhadap para korban kapal yang tenggelam, TNI dan Polri serta Regu Rescue dari Australia telah mengadakan latihan bersama di sekitar perairan itu. Latihan ini berlangsung beberapa hari pada minggu ketiga November 2008 yang lalu, dan melibatkan 40 pernonil TNI - Polri, dan 8 personil Rescue dari Australia. Latihan yang didukung oleh 2 pesawat dari Australia ini berjalan lancar dan sukses.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga telah memutuskan untuk membangun kantor SAR di Okaba. Okaba letaknya di bagian barat laut, sekitar 250 - 300 km dari Merauke, dan dapat dijangkau dengan jalan sepeda motor selama 6 - 7 jam, melalui medan yang cukup berat. Ada pesawat twin otter - Merpati yang melayani pusat Distrik (kecamatan) ini, 1 minggu 1 kali. Penerbangan dengan pesawat ini memakan waktu 25 menit. Pemerintah memberikan subsidi untuk penerbangan perintis ini, sehingga harga tiket Merauke - Okaba, Rp 75.000 ,- per penumpang.