Hari ini,1 Maret 2010, kita baru saja meninggalkan bulan kedua, dan memasuki hari pertama bulan baru.
Kitab Daniel 9: 9-10 menyatakan :" Pada Tuhan, Allah kami, ada pengampunan dan belas kasihan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya".
Dia tidak berubah dalam menyatakan belaskasih-Nya kepada umat manusia sepanjang jaman, karena Allah adalah Allah yang setia pada perjanjian yang telah diadakan-Nya. Dia tidak akan memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita (Mzm 103: 10).
Rabu, 21 April 2010
Senin, 19 April 2010
SIFAT ALAM DAN BENCANA
Dulu guruku di SD mengajarkan musim hujan akan terjadi pada bulan Oktober sampai April. Dan memang benar yang terjadi demikian. Maka, ketika nama bulan berakhir dengan "ber" itu tanda bahwa musim hujan sudah dekat.
Desember dimengerti sebagai saat "gede-gede(nya) sumber (air), karena memang benar bahwa sumber air kita (sungai, sumur, bak penampung air) akan penuh dengan air hujan, bahkan meluap.
Januari dipahami sebagai "hujan turun tiap hari", begitu pula bulan Februari. Menjelang Imlek dan sesudah Imlek, biasanya hujan juga luar biasa, namun pada tahun ini, curah hujan amat kurang.
Kenyataan memang terjadi di mana-mana. Sampai saat ini bulan Januari dan Februari curah hujan kurang di banyak wilayah tanah air ini. Bahkan suhu udara bisa sampai 30 derajat celsius. Orang bilang, ini terjadi karena pengaruh pemanasan global. Suhu bumi telah meningkat akibat makin berkurangnya lapisan ozon.
Bulan ketiga tahun 2010 telah kita masuki. Curah hujan di daerah ini masih amat kurang, sementara di tempat lain ada bencana tanah longsor, banjir bahkan badai salju dan topan.
Keadaan alam telah sebagian besar berubah atau diubah oleh manusia, namun sifat alam tidak berubah. Manusia tidak bisa mengubah sifat alam. Misalnya, air itu akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, ia akan membuat segala sesuatu yang dilewati basah / menjadi lembek dll. Manusia tidak bisa mengubah sifat air menjadi: mengalir dari tempat rendah ke tempat yang tinggi, dan segala yang dilewati air menjadi kering.
Mengubah keadaan alam yang selaras dengan sifat alam, akan menghasilkan kebaikan, ketenteraman dan kemakmuran. Sebaliknya mengubah keadaan alam yang berlawanan dengan sifat alam, akan mendatangkan bencana.
Desember dimengerti sebagai saat "gede-gede(nya) sumber (air), karena memang benar bahwa sumber air kita (sungai, sumur, bak penampung air) akan penuh dengan air hujan, bahkan meluap.
Januari dipahami sebagai "hujan turun tiap hari", begitu pula bulan Februari. Menjelang Imlek dan sesudah Imlek, biasanya hujan juga luar biasa, namun pada tahun ini, curah hujan amat kurang.
Kenyataan memang terjadi di mana-mana. Sampai saat ini bulan Januari dan Februari curah hujan kurang di banyak wilayah tanah air ini. Bahkan suhu udara bisa sampai 30 derajat celsius. Orang bilang, ini terjadi karena pengaruh pemanasan global. Suhu bumi telah meningkat akibat makin berkurangnya lapisan ozon.
Bulan ketiga tahun 2010 telah kita masuki. Curah hujan di daerah ini masih amat kurang, sementara di tempat lain ada bencana tanah longsor, banjir bahkan badai salju dan topan.
Keadaan alam telah sebagian besar berubah atau diubah oleh manusia, namun sifat alam tidak berubah. Manusia tidak bisa mengubah sifat alam. Misalnya, air itu akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, ia akan membuat segala sesuatu yang dilewati basah / menjadi lembek dll. Manusia tidak bisa mengubah sifat air menjadi: mengalir dari tempat rendah ke tempat yang tinggi, dan segala yang dilewati air menjadi kering.
Mengubah keadaan alam yang selaras dengan sifat alam, akan menghasilkan kebaikan, ketenteraman dan kemakmuran. Sebaliknya mengubah keadaan alam yang berlawanan dengan sifat alam, akan mendatangkan bencana.
Senin, 08 Februari 2010
RAMAH LINGKUNGAN
Dunia ini diciptakan Tuhan baik adanya (Kitab Kejadian pasal 1), agar semua makhluk dapat hidup damai, tenteram dan sehat turun-temurun. Dan memang demikian, pengalaman nenek moyang, orangtua dan kita yang lahir dan hidup di dunia ini. Begitu dilahirkan ke dunia ini, semua makhluk membutuhkan oksigen, udara yang bersih dan segar, lingkungan yang sehat, makanan dan minuman, dan semuanya itu sudah disediakan di alam ciptaan-Nya.
Menurut Kitab Kejadian itu pula, manusia diberi kuasa untuk memanfaatkan dan memelihara kehidupan dan kelangsungan hidup alam semesta ini dan segala isinya. Firman Tuhan itu disampaikan kepada manusia agar generasi selanjutnya juga mengalami ketenteraman, kedamaian, dan hidup sehat sejahtera. Alam semesta dan segala isinya bukan hanya untuk 1 generasi, tetapi untuk seluruh generasi sepanjang jaman.
Beberapa kecenderungan manusia dan / atau dunia industri pada puluhan tahun terakhir ini adalah
1. memperoleh kesejahteraan untuk dirinya, perusahaannya, kelompoknya atau daerahnya
2. memproduksi barang-barang, makanan-minuman cepat saji
3. menyediakan barang-barang yang murah dan menarik, meski tidak tahan lama
4. meninggalkan dunia pertanian yang menggunakan bibit / biji alami, dan mempercepat / mengembangkan teknologi kloning
5. menggunakan pupuk buatan pabrik
6. menggunakan pembungkus plastik dan sejenisnya yang sulit untuk didaur ulang
7. membuang sampah: plastik, minyak, obat, limbah industri di sembarang tempat
8. lupa mengatur tata kota / tata desa yang ramah lingkungan
9. lebih suka makanan yang enak, lezat dan makan di restoran, daripada makan makanan yang sehat
10. mengekploitasi alam dan mengambil isinya, tanpa menanam, memulihkan atau menyuburkan kembali
11. membangun fisik dengan kurang mempertimbangan kekuatan, ancaman dan topografi wilayah itu
12. tidak memahami "nilai-nilai sakral" yang dianut / dihidupi oleh masyarakat setempat sehingga daerah itu / hutan di wilayah itu / alam sekitarnya dibabat atas nama pembangunan dan modernisasi
Bagi penulis, "ramah lingkungan" berarti menyapa, memahami kehidupan alam dan manusia yang ada di wilayah itu. Dua unsur pokok ini: alam dan manusia, harus mendapat perhatian penuh. Perhatian ini bukan hanya pada bagian / kehidupan fisik (tanah, air, pepohonan dan kekayaan alam yang ada di dalamnya), tetapi kehidupan manusia yang utuh, yang menyangkut kebutuhan dan pengembangan badan,jiwa,roh sehingga manusia itu dapat hidup bahagia dan sejahtera.
Kalau demikian, "ramah lingkungan" bukan hanya memperhatikan kehidupan saat ini, dan untuk generasi yang ada sekarang ini, tetapi terlebih dan harus menjadi pilihan dan tekad pengelola / pemerintah / dan semua pihak: manusia dan generasi mendatang harus lebih sejahtera, lebih cerdas, dan lebih damai dan tenteram daripada generasi yang sekarang. Pengelolaan alam semesta oleh alat-alat moderen dan oleh para ahli, apalagi dibantu oleh negara-negara maju seharusnya justru mendatang kemakmuran yang lebih besar bagi semua orang.
Sebagai tolok ukur peningkatan "ramah lingkungan" saya kemukakan hal-hal ini:
1. Air minum makin berkualitas dan banyak jumlahnya
2. alam semesta makin subur dan menghasilkan buah-buah yang sehat dan segar
3. perumahan masyarakat makin teratur, bersih, indah dan enak dipandang
4. masyarkat makin sehat, jumlah anak kurang gizi / gizi buruk menurun
5. jalan-jalan, jembatan, pemasangan tiang lisrik makin teratur
6. sarana transportasi makin banyak, aman, tertib, dan lancar
7. Rumah makan, restoran, dan toko-toko menyediakan makanan yang mendukung kesehatan
8. di mana-mana ada kotak sampah untuk sampah basah, plastik, besi, dan kertas yang diangkut ke tempat pembuangan / daur ulang secara teratur
9. air sungai dan laut makin bersih
10. polusi udara di kota-kota besar makin menurun
11. jumlah kendaraan bermotor dibatasi (zero growth), sehingga ada jalur hijau, tempat resapan, tempat rekreasi, lapangan olah raga yang murah / gratis bagi warga masyarakat
12. sungai-sungai yang dangkal dikeruk tanahnya dan tanah kerukan itu dipakai untuk menimbun daerah rawa-rawa sehingga mengurangi nyamuk malaria.
13. saluran-saluran air diperbaiki / diperlebar agar buangan air dapat lebih lancar
14. pintu air diatur (saat dibuka dan saat ditutup) sehingga air laut tidak mengalir ke daerah pertanian dan merusak lingkungan / tanaman.
15. menanam kembali tanaman / pohon yang telah ditebang.
Kiranya pemikiran ini dapat menggugah para pembaca untuk lebih berani ambil bagian dalam usaha memajukan "ramah lingkungan" di wilayah / daerah kita masing-masing.
Menurut Kitab Kejadian itu pula, manusia diberi kuasa untuk memanfaatkan dan memelihara kehidupan dan kelangsungan hidup alam semesta ini dan segala isinya. Firman Tuhan itu disampaikan kepada manusia agar generasi selanjutnya juga mengalami ketenteraman, kedamaian, dan hidup sehat sejahtera. Alam semesta dan segala isinya bukan hanya untuk 1 generasi, tetapi untuk seluruh generasi sepanjang jaman.
Beberapa kecenderungan manusia dan / atau dunia industri pada puluhan tahun terakhir ini adalah
1. memperoleh kesejahteraan untuk dirinya, perusahaannya, kelompoknya atau daerahnya
2. memproduksi barang-barang, makanan-minuman cepat saji
3. menyediakan barang-barang yang murah dan menarik, meski tidak tahan lama
4. meninggalkan dunia pertanian yang menggunakan bibit / biji alami, dan mempercepat / mengembangkan teknologi kloning
5. menggunakan pupuk buatan pabrik
6. menggunakan pembungkus plastik dan sejenisnya yang sulit untuk didaur ulang
7. membuang sampah: plastik, minyak, obat, limbah industri di sembarang tempat
8. lupa mengatur tata kota / tata desa yang ramah lingkungan
9. lebih suka makanan yang enak, lezat dan makan di restoran, daripada makan makanan yang sehat
10. mengekploitasi alam dan mengambil isinya, tanpa menanam, memulihkan atau menyuburkan kembali
11. membangun fisik dengan kurang mempertimbangan kekuatan, ancaman dan topografi wilayah itu
12. tidak memahami "nilai-nilai sakral" yang dianut / dihidupi oleh masyarakat setempat sehingga daerah itu / hutan di wilayah itu / alam sekitarnya dibabat atas nama pembangunan dan modernisasi
Bagi penulis, "ramah lingkungan" berarti menyapa, memahami kehidupan alam dan manusia yang ada di wilayah itu. Dua unsur pokok ini: alam dan manusia, harus mendapat perhatian penuh. Perhatian ini bukan hanya pada bagian / kehidupan fisik (tanah, air, pepohonan dan kekayaan alam yang ada di dalamnya), tetapi kehidupan manusia yang utuh, yang menyangkut kebutuhan dan pengembangan badan,jiwa,roh sehingga manusia itu dapat hidup bahagia dan sejahtera.
Kalau demikian, "ramah lingkungan" bukan hanya memperhatikan kehidupan saat ini, dan untuk generasi yang ada sekarang ini, tetapi terlebih dan harus menjadi pilihan dan tekad pengelola / pemerintah / dan semua pihak: manusia dan generasi mendatang harus lebih sejahtera, lebih cerdas, dan lebih damai dan tenteram daripada generasi yang sekarang. Pengelolaan alam semesta oleh alat-alat moderen dan oleh para ahli, apalagi dibantu oleh negara-negara maju seharusnya justru mendatang kemakmuran yang lebih besar bagi semua orang.
Sebagai tolok ukur peningkatan "ramah lingkungan" saya kemukakan hal-hal ini:
1. Air minum makin berkualitas dan banyak jumlahnya
2. alam semesta makin subur dan menghasilkan buah-buah yang sehat dan segar
3. perumahan masyarakat makin teratur, bersih, indah dan enak dipandang
4. masyarkat makin sehat, jumlah anak kurang gizi / gizi buruk menurun
5. jalan-jalan, jembatan, pemasangan tiang lisrik makin teratur
6. sarana transportasi makin banyak, aman, tertib, dan lancar
7. Rumah makan, restoran, dan toko-toko menyediakan makanan yang mendukung kesehatan
8. di mana-mana ada kotak sampah untuk sampah basah, plastik, besi, dan kertas yang diangkut ke tempat pembuangan / daur ulang secara teratur
9. air sungai dan laut makin bersih
10. polusi udara di kota-kota besar makin menurun
11. jumlah kendaraan bermotor dibatasi (zero growth), sehingga ada jalur hijau, tempat resapan, tempat rekreasi, lapangan olah raga yang murah / gratis bagi warga masyarakat
12. sungai-sungai yang dangkal dikeruk tanahnya dan tanah kerukan itu dipakai untuk menimbun daerah rawa-rawa sehingga mengurangi nyamuk malaria.
13. saluran-saluran air diperbaiki / diperlebar agar buangan air dapat lebih lancar
14. pintu air diatur (saat dibuka dan saat ditutup) sehingga air laut tidak mengalir ke daerah pertanian dan merusak lingkungan / tanaman.
15. menanam kembali tanaman / pohon yang telah ditebang.
Kiranya pemikiran ini dapat menggugah para pembaca untuk lebih berani ambil bagian dalam usaha memajukan "ramah lingkungan" di wilayah / daerah kita masing-masing.
Kamis, 28 Januari 2010
Komunitas Sr Penyelenggara Ilahi - Kepi
Hari Sabtu, tgl 9 Januari 2010, 3 orang suster dari Tarekat Penyelenggara Ilahi mendarat dengan selamat di Bandara Moppa - Merauke. Ketiga suster itu adalah Sr. Priska PI (anggota dewan / mewakili provinsial PI), Sr. Yulia Silalahi PI, dan Sr. Adriana Sinaga PI. Mereka dijemput oleh Mgr Niko Adi MSC - Uskup Agung Merauke.
Tanggal 7 Januari 2010 sore mereka berangkat dari Semarang, malam harinya terbang dengan pesawat Lion Air, dan tiba di Sentani - Jayapura tgl 8 Januari (pagi harinya). Karena tidak ada penerbangan lanjutan pada hari itu, mereka bermalam di Biara OFM - Sentani, dan pada tanggal 9 Januari melanjutkan perjalanan ke Merauke.
Tanggal 7 Januari 2010 sore mereka berangkat dari Semarang, malam harinya terbang dengan pesawat Lion Air, dan tiba di Sentani - Jayapura tgl 8 Januari (pagi harinya). Karena tidak ada penerbangan lanjutan pada hari itu, mereka bermalam di Biara OFM - Sentani, dan pada tanggal 9 Januari melanjutkan perjalanan ke Merauke.
Selasa, 26 Januari 2010
Arsip-arsip tulisan
Hallo saudara-saudariku.....
Salam dari Ujung Timur Indonesia......
Silakan menikmati sajian kami. Harapan kami, anda akan menemukan keindahan dalam cerita atau tampilan yang kami sajikan. Saran dan informasi dari anda dapat disampaikan melalui nikoadi@yahoo.com atau adiseputra@gmail.com. Terima kasih.
salam dan kasih kami,
penyusun
Melalui media sederhana ini, kami menghaturkan ucapakan Selamat Natal : 25 Desember 2009, dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2010.
Nampaknya sederhana ungkapan dan tulisan itu,namun kalau direnungkan dan disimak, terbersit makna bahwa tulisan itu adalah buah-buah pengorbanan. Korban waktu, korban tenaga, korban pemikiran. Mengapa demikian ? Karena penulis (siapa pun dia) meninggalkan kegiatan yang lain dan memfokuskan apa yang dia (mereka) miliki untuk memjumpai pembacanya melalui tulisan itu.
Di balik semua itu, ada seorang atau bahkan beberapa orang pribadi yang hendak menyapa,mengajak berkomunmikasi,atau "bersharing" tentang pengalaman / kehidupannya.
Tulisan menunjukkan bahwa pribadi dengan pribadi dapat bertemu,pengalaman pribadi dan pengalaman sesama dapat bersatu, dan membentuk /menumbuhkan "pengalaman baru" yang lebih indah,lebih mendalam dan lebih kaya bagi sesama bahkan generasi berikutnya, di kemudian hari.
Peristiwa Natal, Bayi Yesus yangmemberikan kegembiraan dan harapan pada akhir tahun, menjadi kekuatan dalam menyongsong dan mengisi tahun baru.
Bersama Allah yang menyertai umat-Nya (Emanuel) manusia mengakhiri tahun 2009, dan bersama Dia pula manusia menjalani tahun 2010.
Salam dari Ujung Timur Indonesia......
Silakan menikmati sajian kami. Harapan kami, anda akan menemukan keindahan dalam cerita atau tampilan yang kami sajikan. Saran dan informasi dari anda dapat disampaikan melalui nikoadi@yahoo.com atau adiseputra@gmail.com. Terima kasih.
salam dan kasih kami,
penyusun
Melalui media sederhana ini, kami menghaturkan ucapakan Selamat Natal : 25 Desember 2009, dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2010.
Nampaknya sederhana ungkapan dan tulisan itu,namun kalau direnungkan dan disimak, terbersit makna bahwa tulisan itu adalah buah-buah pengorbanan. Korban waktu, korban tenaga, korban pemikiran. Mengapa demikian ? Karena penulis (siapa pun dia) meninggalkan kegiatan yang lain dan memfokuskan apa yang dia (mereka) miliki untuk memjumpai pembacanya melalui tulisan itu.
Di balik semua itu, ada seorang atau bahkan beberapa orang pribadi yang hendak menyapa,mengajak berkomunmikasi,atau "bersharing" tentang pengalaman / kehidupannya.
Tulisan menunjukkan bahwa pribadi dengan pribadi dapat bertemu,pengalaman pribadi dan pengalaman sesama dapat bersatu, dan membentuk /menumbuhkan "pengalaman baru" yang lebih indah,lebih mendalam dan lebih kaya bagi sesama bahkan generasi berikutnya, di kemudian hari.
Peristiwa Natal, Bayi Yesus yangmemberikan kegembiraan dan harapan pada akhir tahun, menjadi kekuatan dalam menyongsong dan mengisi tahun baru.
Bersama Allah yang menyertai umat-Nya (Emanuel) manusia mengakhiri tahun 2009, dan bersama Dia pula manusia menjalani tahun 2010.
Kamis, 29 Oktober 2009
Perkembangan Wilayah Selatan
Beberapa waktu terakhir ini, tersiar berita bahwa sedang digodog di DPR RI "usulan pengembangan wilayah selatan Papua". Usulan pengembangan itu meliputi 2 hal: berdirinya Kabupaten Mindiptana dan Kotamadya Merauke. Bupati Merauke menyampaikan hal ini pada saat ramah tamah di kediamannya, di kompleks pertanian Wasur, 22 Oktober 2009 yang lalu.
Perkembangan wilayah ini, memang merupakan gerak lanjutan dari apa yang telah dimulai beberapa waktu yang lalu: munculnya Provinsi Papua Selatan. Bahkan sekitar bulan Maret / April 2009, telah ada penetapan Kurik sebagai Kota Terpadu Mandiri, oleh Mentri Percepatan Pengembangan Daerah Tertinggal.
Hal ini menunjukkan bahwa pemekaran merupakan suatu harapan dari masyarakat sekaligus tugas bagi Pemerintah Daerah dan jajarannya untuk meningkatkan mutu SDM, melalui pembangunan dan pengembangan di semua bidang kehidupan masyarakat. Pembangunan infrastruktur dan penambahan fasilitas sungguh amat diperlukan untuk membuka isolasi dan memasukkan barang-barang dan sarana yang dibutuhkan oleh masyarakt.
Selain itu, pembangunan menuntut manusia-manusia pembangun yang banyak jumlahnya dan berkualitas, bermental baja dan siap ditempatkan di daerah terpencil. Mereka ini perlu membekali diri dengan kepercayaan diri dan kerelaan untuk berkorban demi kemajuan saudara-saudari mereka yang masih tertinggal. Meskipun gaji / imbalan yang mereka terima kurang memadai / sering terlambat, namun kalau mereka mau membuat usaha tambahan "masyarakat dan alam akan memberikan kepada mereka apa yang mereka butuhkan".
Kalau pada sekitar tahun 50 an para perintis wilayah selatan, baik para pastor atau suster ataupun kaum awam lainnya dapat hidup dalam situasi yang terbatas, saya yakin pada masa sekarang ini pun, siapa saja yang mau mengabdi di tanah ini, bila mau bekerja keras, tidak akan pernah kekurangan.
Dalam keyakinan iman, bisa dikatakan, Tuhan akan menyediakan apa yang mereka / kita butuhkan. Orang yang bekerja dengan rajin dan tulus, akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan berkecukupan.
Perkembangan wilayah ini, memang merupakan gerak lanjutan dari apa yang telah dimulai beberapa waktu yang lalu: munculnya Provinsi Papua Selatan. Bahkan sekitar bulan Maret / April 2009, telah ada penetapan Kurik sebagai Kota Terpadu Mandiri, oleh Mentri Percepatan Pengembangan Daerah Tertinggal.
Hal ini menunjukkan bahwa pemekaran merupakan suatu harapan dari masyarakat sekaligus tugas bagi Pemerintah Daerah dan jajarannya untuk meningkatkan mutu SDM, melalui pembangunan dan pengembangan di semua bidang kehidupan masyarakat. Pembangunan infrastruktur dan penambahan fasilitas sungguh amat diperlukan untuk membuka isolasi dan memasukkan barang-barang dan sarana yang dibutuhkan oleh masyarakt.
Selain itu, pembangunan menuntut manusia-manusia pembangun yang banyak jumlahnya dan berkualitas, bermental baja dan siap ditempatkan di daerah terpencil. Mereka ini perlu membekali diri dengan kepercayaan diri dan kerelaan untuk berkorban demi kemajuan saudara-saudari mereka yang masih tertinggal. Meskipun gaji / imbalan yang mereka terima kurang memadai / sering terlambat, namun kalau mereka mau membuat usaha tambahan "masyarakat dan alam akan memberikan kepada mereka apa yang mereka butuhkan".
Kalau pada sekitar tahun 50 an para perintis wilayah selatan, baik para pastor atau suster ataupun kaum awam lainnya dapat hidup dalam situasi yang terbatas, saya yakin pada masa sekarang ini pun, siapa saja yang mau mengabdi di tanah ini, bila mau bekerja keras, tidak akan pernah kekurangan.
Dalam keyakinan iman, bisa dikatakan, Tuhan akan menyediakan apa yang mereka / kita butuhkan. Orang yang bekerja dengan rajin dan tulus, akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan berkecukupan.
Senin, 19 Januari 2009
Musibah Kapal
Musibah Kapal di Asmat
“ Tiga dokter hilang, 24 selamat” dalam musibah tenggelamnya kapal di Asmat, demikian judul besar Koran harian Cendrawasih Pos”, tanggal 15 Januari 09. Pada kalimat pertama, koran tersebut memulai beritanya dengan ungkapan: “Giliran KM (Kapal Motor) Lisman Jaya Karam di Asmat. Judul tersebut amat berkaitan dengan musibah yang terjadi sebelumnya, yaitu tenggelamnya KM Teratai Prima di Perairan Pare-pare - Majene Sulawesi Selatan. KM ini mengangkut penumpang dengan tujuan Samarinda. Jumlah korban KM Teratai Prima sebanyak 250 orang, sampai hari ini masih 200 orang yang dinyatakan hilang.
“ Tiga dokter hilang, 24 selamat” dalam musibah tenggelamnya kapal di Asmat, demikian judul besar Koran harian Cendrawasih Pos”, tanggal 15 Januari 09. Pada kalimat pertama, koran tersebut memulai beritanya dengan ungkapan: “Giliran KM (Kapal Motor) Lisman Jaya Karam di Asmat. Judul tersebut amat berkaitan dengan musibah yang terjadi sebelumnya, yaitu tenggelamnya KM Teratai Prima di Perairan Pare-pare - Majene Sulawesi Selatan. KM ini mengangkut penumpang dengan tujuan Samarinda. Jumlah korban KM Teratai Prima sebanyak 250 orang, sampai hari ini masih 200 orang yang dinyatakan hilang.
Langganan:
Postingan (Atom)